Type something and hit enter

Pages

On
advertise here
Hoax alias berita bohong sudah ada sejak zaman dulu, bahkan sebelum ada dunia ini. Kejadian hoax pertama ada di surga dengan korban Adam dan Hawa. Pelakunya adalah iblis yang mengatakan informasi hoax bahwa buah kuldi bisa membuat mereka berdua hidup abadi. Padahal, Allah SWT sudah mewanti wanti Adam untuk menjauhi pohon kuldi itu. Cerita ini hampir ada di semua ahama

Nah, kisah hoax juga banyak ditemui di zaman Rasullulah, bahkan menjadi perhatian khusus Allah SWT, yang bahkan menurutkan ayat mengenai cara menangkal hoax. Yaitu  dalam Quran surat Al-Hujurat 6.

 (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ)


[Surat Al-Hujurat 6]

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”

Ceritanya adalah, dulu Rosulullah pernah mengutus Uqbah bin Walid bin Abi Mu'ith untuk menarik zakat pada Kaum Bani Mustholiq. Mendengar berita itu,orang-orang Bani Mustholiq merasa gembira dan berbondong-bondong menyambut kedatangan utusan Rosulullah

Namun belum sampai dilokasi tempat tinggal Kaum Bani Mustholiq, Uqbah bin Walid sudah mencurigai mereka, dan beranggapan mereka akan menyerangnya (karena menyimpan rasa permusuhan dihatinya ).  Uqbah pulang dan kembali menghadap Rosulullah dengan membawa berita bohong "HOAX".

Uqbah memberi berita pada Rosulullah bahwa kaum Bani Mustholiq sudah murtad dan tidak ada yang mau membayar zakat. Rosulullah lalu mengutus Kholid bin Walid terlebih dahulu untuk menyelidiki kebenaran berita yang dibawa oleh Uqbah.

Kholid bin Walid pergi dengan beberapa orang, dan menyuruh untuk memata-matai kegiatan Kaum Bani Mustholiq dimalam hari.  Ternyata mereka menemukan Kaum Bani Mustholiq sedang melaksanakan sholat dan tidak ada satupun yang murtad seperti yang diberitakan Uqbah.

Paginya Kholid bin Walid juga menyaksikan sendiri bahwa Kaum Bani Mustholiq masih beriman dan tidak ada yang murtad,mereka masih rajin melaksanakan sholat dg berjamaah.  Kholid dan rombongannya lalu pulang dan menghadap Rosulullah untuk meluruskan berita bohong yang dibawa Uqbah.

Dalam sebuah tafsir lain, ayat ini juga turun akibat kisah hoax yang hampir membuat sahabat nabi Abu Bakar dan Umar bin Khattab bermusuhan.
Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ibnu Abi Mulaikah ia berkata, “Hampir saja dua orang yang dipilih membuat Abu Bakar dan Umar binasa radhiyallahu 'anhuma, keduanya mengeraskan suaranya di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika rombongan dari Bani Tamim datang kepada Beliau, lalu yang satu menunjuk Aqra’ bin Habis saudara Bani Mujaasyi’, sedangkan yang satu lagi menunjuk yang lain. Nafi’ (perawi hadits) berkata, “Saya tidak hapal namanya.” Lalu Abu Bakar berkata kepada Umar, “Engkau tidak bermaksud selain menyelisihiku.” Umar menjawab, “Aku tidak bermaksud menyelisihimu.”

Suara keduanya pun semakin keras dalam hal itu, maka Allah Ta’ala menurunkan ayat, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu…dst.” Ibnuz Zubair berkata, “Maka Umar tidak lagi memperdengarkan (mengeraskan suaranya) kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam setelah ayat ini, sampai Beliau meminta kejelasan (kata-katanya).” Ia tidak menyebutkan hal itu dari bapaknya, yakni Abu Bakar (Abdullah bin Abi Mulaikah atau Abdullah bin Az Zubair, tidak menyebutkan dari bapaknya yang tergolong sahabat).”

(Syaikh Muqbil menjelaskan, hadits ini diriwayatkan pula oleh Tirmidzi juz 4 hal. 185, dan di sana disebutkan secara tegas bahwa Abdullah bin Abi Mulaikah diceritakan oleh Abdullah bin Az Zubair, dan ia (Tirmidzi) menghasankannya. Demikian pula diriwayatkan oleh Ahmad juz 4 hal. 6, Thabrani juz 26 hal. 119, di sana disebutkan ucapan Nafi’, bahwa Ibnu Abi Mulaikan telah menceritakan kepadanya dari Ibnuz Zubair, sehingga diketahui bersambungnya hadits ini sebagaimana diisyaratkan oleh Al Haafizh dalam Al Fat-h juz 10 hal. 212).



Akhirnya turun lah ayat Alhujarat ayat 6 ini, dan Rosulullah bersabda ;

التأني من الله والعجلة من الشيطان


Berhati-hati dan tidak tergesa-gesa (jangan grasa grusu) dalam menyikapi masalah adalah sikap yang mendapat pertolongan dari Allah.  Namun tergesa-gesa dalam menyikapi masalah adalah sikap yang datangnya dari Syetan. 

Dan ayat diatas memberikan pelajaran penting bagi kita, bahwa : ‌ Orang yang membuat berita Hoax disebut fasik ,karena besarnya mafsadah yang ia timbulkan.  Orang yang mudah percaya pada berita yang belum tentu benarnya tanpa klarifikasi dicela oleh Allah dengan bahasa ;

 أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ.


Jika kalian mudah percaya pada berita yang belum tentu benarnya maka akhirnya kalian membeci /mencela pada sekelompok kaum dan ujung-ujungnya kalian menyesal.

Apalagi dalam sebuah hadits, Rosulullah mencela org yang suka menyebarkan (share) semua berita yang ia terima tanpa klarifikasi terdahulu dan dianggap orang itu sebagai pembohong.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ»

Maka, marilah kita berhati - hati dalam menshare informasi dalam "medsos".

Komentar di sini saudara ku

Click to comment