Type something and hit enter

Pages

On
advertise here


Penelitian ini bercorak kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan analisis kualitatif.  Menurut Moh. Nazir penelitian deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, atau pun suatu kelas pada masa sekarang[1]. Sedangkan menurut Hadari Nawawi, sifat penelitian deskriptif (penjelasan) dimaksudkan sebagai sebuah penjelasan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan kondisi subyek ataupun obyek penelitian saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atan sebagaimana adanya[2].

Sanapiali Faisal, menjelaskan tipe penelitian deskriptif sebagai berikut[3]:

Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti. Jenis penelitian ini tidak sampai mempersoalkan jalinan hubungan antar variabel yang ada: tidak dimaksudkan untuk menarik generasi yang menjelaskan variabel-­variabel anteseden yang menyebabkan sesuatu gejala atau kenyataan sosial. Karenanya, pada suatu penelitian deskriptif, tidak menggunakan dan tidak melakukan pengukian hipotesis (seperti yang dilakukan dalam penelitian eksplanasi).

Sedangkan Jalaludin Rakhmat menambahkan bahwa penelitian deskriptif tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi. Ciri yang sangat menojol dalam penelitian ini adalah titik berat pada observasi dan suasana alamiah (naturalistis setting) dimana peneliti terjun ke lapangan dan tidak berusaha untuk memanipulasi variabel. Peneliti bertindak sebagai pengamat dan hanya membuat kategori perilaku, mengamati gejala dan mencatatnya dalam buku observasinya[4].

Menurut Mely G. Tan, penelitian deskriptif memberikan gambaran yang secermat mungkin mengenai suatu individu, keadaan, gejala atau kelompok tertentu. Penelitian deskriptif. bertujuan untuk mempertegas hipotesa-hipotesa, sehingga akhirnya dapat digunakan untuk pembentukan teori baru atau memperkuat teori lama[5]. Sementara itu, Winarno Surakhmad mengungkapkan bahwa pada umumnya persamaan sifat dari segala bentuk penelitian deskriptif  ini ialah menuturkan dan menafsirkan data yang ada, misalnya tentang situasi yang dialami, suatu hubungan, kegiatan, pandangan, sikap yang menampakkan atau tentang suatu proses yang sedang berlangsung, pengaruh yang sedang bekerja, kelainan yang sedang muncul, kecendrungan yang nampak, pertentangan yang meruncing dan lain sebagainya[6].

Pelaksanaan metode-metode desktiptif tidak terbatas pada pengumpulan dan penyusunan data tetapi meliputi analisa dan interpretasi tentang arti data itu. Oleh karena itulah, maka dalam sebuah penelitian deskriptif dapat terjadi upaya membandingkan persamaan dan perbedaan fenomena tertentu, lalu mengambil bentuk studi komparatif. Bahkan dapat juga mengukur sesuatu dimensi seperti studi kuantitatif angket, test, intervew, dan lain sebagainnya. Nampaknya dari beberapa definisi tentang penelitian deskriptif dapat ditarik sebuah pengertian singkat bahwa, alat analisis ini merupakan suatu jenis metodologi penelitian yang digunakan untuk menjelaskan suatu objek penelitian. Oleh karena itu objek penelitian ini yang berjudul “Studi Komparatif Fiskal antara Ekonomi Moderen dan Ekonomi Islam, Tinjauan Teori dan Sistem,” dapat menggunakan jenis penelitian deskriptif.

Penulisan skripsi pada dasarnya merupakan jenis penulisan deskriptif, dimana istilah skripsi merupakan kata benda dari kata kerja deskripsif, akan dapat memperkuat argumen ini. Selanjutnya bersandarkan pendapat diatas, penulisan ini tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesa atau membuat prediksi, mencari hubungan antar vareabel akan tetapi semata-mata memberikan suatu penjelasan, eksplorasi, klarifikasi, serta interpretasi data dari objek penelitian, dan pada akhirnya akan membuat perbandingan baik itu perbedaan maupun kesamaannya, dari segi teori maupun sistem.

Sumber Data Penelitian

Mengingat penelitian yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan, maka sumber penelitian berasal dari pelbagai literatur yang sesuai dengan objek penelitian. Sumber data tersebut dicari dengan melakukan penelusuran kepustakaan dan dokumentasi, seperti buku, jurnal penelitian, majalah dan suratkabar. Kemudian, mengingat perkembangan teknologi, penelitian ini juga banyak memperoleh data melalu fasilitas internet, dengan tetap memperhatikan sumber data yang diambil. Oleh karena itu jenis sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Adapun pertimbangan utama dalam pemilihan sumber-sumber data pada penelitian ini adalah kesesuaian dengan tema penelitian.

Teknik Pengumpulan Data

Sesuai dengan sumber data penelitian yang telah disebutkan, maka teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalarn penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan penelusuran literatur. Semua data-data atau bahan-bahan yang berasal dan dokumentasi yang berkaitan dengan persoalan Fiskal moderen dan Islam, baik berupa buku-buku, jurnal penelitian, makalah, artikel surat kabar, maupun materi undang-undang yang telah dibukukan dikumpulkan.

Teknik Analisis dan Uji Validitas Data

Meskipun penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, namun pada dasarnya ada dua tahapan penting dalam metode ini yang harus dilakukan. Yaitu deskripsi dan analisis[7]. Usaha-usaha deskripsi dalam penelitian deskriptif diartikan sebagai usaha menjelaskan atau penemuan fakta-fakta seadanya (fact finding). Sedangkan analisa merupakan tahapan penafsiran yang akurat terhadap fakta-fakta yang ditemukan. Dengan kata lain, metode penelitian diskriptif ini tidak terbatas sampai pada pengumpulan dan menyusun data (deskripsi), tetapi meliputi juga analisis dan interpretasi tentang arti data itu.

Konsep mengenai deskripsi telah dikemukakan diatas sebagai suatu konsep utuh dari penelitian deskriptif. Selanjutnya upaya analisis ini diwujudkan juga sebagai usaha memecahkan masalah dengan membandingkan persamaan dengan perbedaan gejala yang ditemukan, mengukur dimensi suatu gejala, mengadakan klasifikasi gejala, menilai gejala, menetapkan standar, menetapkan hubungan antar gejala-gejala yang ditemukan dan lain-lain.

Konsep penelitian ini dapat dikatakan cocok dengan objek penelitian skripsi ini yang merupakan komparasi dari dua objek fiskal, yaitu fiskal islam dan fiskal moderen dilihat dari prspektif sistem dan teori. Lebih jauh secara teknis operasional, analisis data yang dilakukan dalam penelitian mi akan dilakukan melalu empat tahap, sebagaimana diungkapkan oleh Winarno Surakhmad. Keempat tahap meliputi; pengumpulan data, penilaian data, penafsiran data, dan penyimpulan data.

Pertama, pengumpulan data yang dilakukan dengan jalan dokumentasi. Pengumpulan data ini disertai dengan pemilihan, recheking, dan reduksi data yang relevan. Kemudian dilakukan klasifikasi untuk menentukan mana data yang sesuai dengan penelitian ini dan mana yang tidak. Data yang sesuai diambil dan data yang tak sesuai dikesampingkan. Data-data yang sesuai itu adalah data-data yang berhubungan dengan topik penelitian. Oleh karena itu akan menjadi sebuah pilihan tepat dan logis kalau data yang akan diperoleh dalam penelitian ini diambil melalui studi kepustakaan dan dokumentasi. Untuk memperoleh data tersebut dilakukan langkah-langkah pcnelusuran terhadap sejunlah hasil-hasil penerbitan yang telah dipublikasikan.

Kedua, agar validitas dan obyetifitas data dalam penelitian ini dapat dipertanggungiawabkan, maka penilaian atas sejumlah data dilakukan melalui tahap ­tahap sebagai berikut;

  1. Pemahaman data sehingga diperoleh data yang relevan dengan penelitian.

  2. Memberikan kritik atas data sekunder melalui teknik otokritik sekaligus lewat kritik orang lain. Sehingga data yang berbeda dapat terkontrol.

  3. Pengkategorian dan kontrol atas data yang dilaksanakan dengan sistem pencatatan yang relevan dengan merujuk pada rumusan masalah penelitian yang telah ditetapkan.

Ketiga, interpretasi data atau pengolahan data. Tahap ini dimaksudkan untuk memberikan penafsiran lebih jauh terhadap data yang telah tersedia dengan cara menarik hubungan dengan yang telah dirumuskan. Data tersebut coba dipahami dalam kerangka analisis dan pendekatan teori yang telah disusun sebelumnya untuk selanjutnya dicari pemaknaan terhadap keseluruhan masalah. Karena penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Penafsiran dan pemaknaan terhadap data tersebut tentu akan dilakukan secara kualitatif pula.

Keempat, penarikan kesimpulan. Setelah data dinilai dan ditafsirkan sesuai dengan kerangka analisis dan teori yang ada. Kerangka pikir yang menyangkut beberapa faktor yang mempunyai kecendrungan sama maupun berbeda antara ilmu ekonomi moderen dan islam digunakan oleh penulis untuk melakukan penyimpulan dalam penulisan ini, yaitu apa perbedaan dan kesamaan antara kedua vareabel. Disini prose reduksi data dilakukan dengan cara menafsirkan data hasil dari interpretasi di langkah sebelumnya. Penafsiran data ini dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan kesimpulan akhir dari penelitian.

Untuk mempemudahkan kesimpulan akhir, dilakukan analisis pembuatan simpulan ­simpulan awal pada setiap persoalan berdasarkan kerangka pemikiran atau batasan masalah yang telah dibuat. Dengan demikian kesimpulan penelitian ini adalah hasil interpretasi peneliti yang dilakukan berdasarkan kaidah metode penelitian kualitatif.

Sumber : Komparasi Fiskal Antara Ekonomi Moderen Dengan Ekonomi Islam, Tinjauan Teori dan Sistem. Penulis Muhammad Ma’ruf, Skripsi, Fakultas Ekonomi Univesitas Lampung 2004.







[1] Moh Nazir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, 1983, h. 63.




[2] Hadari Nawawi, Metode Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta, Gajah Mada University Press, 1987, h. 63.




[3] Faisal, Sanapiah, Format-format Penelitian Sosial, cet. 4, Jakarta, Raja Grafindo Persada, 1999, h. 20.




[4] Jalaludin Rakhmat, Metode Penelitian Komunikasi, Bandung, Remaja Rosda Kaiya, 1984, h. 24.




[5] Mely G Tan, dalarm Koentjoroningrat, Metode-metode Penelitian Masyarakat, cet. XI,  Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 1991, h.30.




[6] Winarno Surakhmand, Pengantar Penelitian Ilmiah, Bandung, Penerbit Trasito, 1982.




[7] Soejono & Abdurrahman, Metode Penelitian. Suatu pemikiran dan Penerapan, Rieka Cipta, Jakarta, 1999. h. 23.


Komentar di sini saudara ku

Click to comment