Type something and hit enter

Pages

On
advertise here
Kebijakan Fiskal Islam

Sudah menjadi suatu konsekuensi, jika untuk sasaran-sasaran makroekonomi fiskal islam akan lebih sepakat dengan JM Keynes dimana kebijakan fiskal adalah pilihan strategis. Bagi islam kebijakan fiskal memegang peranan penting bila dibandingkan kebijakan moneter,  karena larangan tentang riba serta kewajiban tentang pengeluaran zakat menyiratkan tentang pentingnya kedudukan kebijakan fiskal dibandingkan dengan kebijakan moneter[1].

Dalam keuangan Islam, kebijakan ada harus disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai oleh suatu pemerintahan yang islami. Hal ini sebagaimana dalam fiskal moderen, mencakup peran ekonomi yang wajib dilaksanakan oleh pemerintahan islam, yaitu fungsi alokasi, distribusi dan stabilisasi. Kendati demikian, dapat dipastikan  tugas fiskal islam merupakan tugas fiskal dalam definisi yang luas, bahkan lebih dari itu keterkatian etika dalam ilmu ekonomi islam akan benar-benar menambah beban berat fiskal islam.

Dalam perspektif tujuan, ekonomi Islam memiliki tujuan komprehensif yang menyangkut aspek material dan spiritual baik untuk kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat. Selanjutnya tidak seperti kebijakan fiskal moderen, di mana suatu pemerintahan dapat mempengaruhi kegiatan perekonomian melalui berbagai insentif dalam tarif pajak maupun besarnya ‘tax. base’ dari suatu kegiatan perekonomian, maka dalam sistem zakat, segala ketentuan tentang besarnya ‘tarif’ zakat sudah ditentukan. Oleh karena itu, kebijakan zakat sangat berbeda dengan kebijakan perpajakan[2].

Sedangkan jenis pajak islam jelas berbeda. Disamping prinsip fairness yang dalam prespektif  islam masuk dalam framework etika, jika memang dinilai tidak masuk dalam standar islami maka prinsip seperti benefit principle serta ability to pay principle patut disaring lagi dengan ertika islami yang lain. Pada intinya, dalam frame fiskal islam, tindakan apapun, baik itu penerimaan maupun pengeluaran negara harus lulus pada verifikasi standar ilmiah yang islami. Meskipun terdengan cukup shopisticated, nampaknya  gagasan fiskal islam kontemporer memang masih jauh dari realita. Untuk itu harus diakui, sistem analisis dalam keuangan publik islami belum semaju sistem analisis pada keuangan publik moderen.

Konsep dan Definisi Teori Sistem Ekonomi.

Sebelum mengurai sistem maupun teori fiskal sebagaimana tujuan akhir penulisan ini, sudah menjadi prosedur umum untuk melihat hubungan fiskal dengan teori-teori --maupun keberadaanya sebagai subsistem-- sistem ekonomi yang melingkupinya. Hal ini perlu mendapat perhatian, sebab pembicaraan fiskal hanya sebagai jenis dan bagiannya masing-masing, tanpa melihat keberadaanya sebagai bagian integral ilmu ekonomi yang melingkupinya, tidak akan menghasilkan studi komparasi yang baik.

Istilah sistem adalah sifat bahwa berbagai bagian dan komponen (unit dan agen ekonomi, lembaga) tidak hanya saling berkaitan tapi juga saling mempengaruhi sedemikian rupa dengan suatu tingkat tertentu konsisteni dan keeratan yang pasti[3]. Menurut Winardi, istilah sistem berasal dari Yunani, yaitu sistema, yang berarti keseluruhan yang terdiri dari macam-macam bagian. D. Keuning mengumpulkan beberapa definisi sistem dari sejumlah sarjana terkemukan –seperti dikutip Winardi—sebagai berikut;

  • Ludwig Van Bertalanffy : “....system are complexes of elements standing in interaction”.

  • A.D. Hall/ R.E. Fagen : “..A system is a set of objecs together with relatinship bertween the object and between their attributes”

  • Berrien : “...A System is a set of components, interacting with each together, and boundary wich selects both the kind an rate of flow on inputs and output to and from the system....”

  • Richard A. Jhonson/Fremont E Keast/ James E. Rosenweig : “... A System is an array components design to accomplish a particular objective according to plan”

  • Russel L Ackof : “ ... A System is any entity conceptual or physical, wich consist of independent parts...”

  • Kenneth E Boulding : “A System is a big black box of wich we can’ts unlock the lock, and all we can find out about, is what goes ini and what comes out..”

Dari runutan definisi-definisi tersebut, menurut Winardi paling tidak ada empat uraian sistem yang dapat dispesifikasikan. Yaitu;

  1. Elemen-elemen sistem, yaitu merupakan bagian-bagian dalam sitem tersebut.

  2. Lingkungan, yaitu bagian yang bukan merupakan bagian sistem.

  3. Struktur inter, yaitu hubungan-hubungan antara masing-masing elemen sistem.

  4. Struktur ekstern, yaitu hubungan elemen sistem dengan lingkungan diluar sistem.

Mengambil pemahaman dari uraian uraian diatas yang memang terlihat agak jauh dari tema skripsi ini, nampaknya gagasan fiskal sebagai suatu sistem yang berdiri sendiri tidak lepas dari lingkup fiskal yang berada dalam lingkup sistem ekonomi itu sendiri. Dengan lebih gamlang hal ini dapat dilihat pada gambar berikut, dengan penggunaan sistem fiskal sebagai subsistem sistem ekonomi.

Gambar 5. Sistem ekonomi dan subsitem yang melingkupinya

Image

Keterangan:

Fiskal merupakan bagian intrumental yang kerap digunakan sektor pemerintah dalam hubungannya dengan tiga sektor yang ada. Lebih jauh lagi, sistem fiskal sendiri merupakan bagian dari subsistem sistem ekonomi pemerintah.

Kajian Fiskal sebagai Suatu Sistem

Akan ada banyak bagian sistem ekonomi yang secara parsial dapat dipecah dalam suatu subsistem ekonomi. Lebih dalam lagi, subsistem tersebut juga akan terdiri dari subsistem yang lebih sederhana. Hubungan-hubungan antara elemen-elemen subsitem selanjutnya dapat sama dengan hubungan yang terdapat pada sistem yang melingkupinya[4]. Dari konsep ini pula kemudian dapat dijabarkan bahwa keberadaan fiskal dari sudut sistem ekonomi sangat tergantung oleh elemen-elemen sistem ekonomi yang ada.

Dari rasionalisasi ini pula dapat dikemukakan gagasan elemen-eleman apakah yang ada dalam sistem dalam suatu sistem ekonomi yang mempengaruhi arah fiskal. Bahkan, pengungkapan elemen-elemen sistem ekonomi –dalam skripsi ini sistem ekonomi moderen dan ekonomi islam—akan menjadi suatu keharusan ketika ingin mengetahui ide, konsep, definisi maupun bentuk paling kongkrit fiskal yang bersangkutan.

Selanjutnya, sistem fiskal yang berdiri sendiri tersebut juga memiliki bagian subsistem. Batasan apakah yang selanjutnya dapat dikategorikan sebagai bagian sistem fiskal? Jawaban ini tentu saja berkaitan dengan definisi sistem itu sendiri, yaitu elemen-elemen yang secara langsung melakukan hubungan sinergis untuk mencapai suatu tujuan.

Pemahaman ini selanjutnya akan membawa kajian ini pada upaya untuk mengeksplorasi elemen-elemen sistem ekonomi islam maupun moderen yang berhubungan dengan kajian fiskal masing-masing sistem ekonomi. Untuk itu, tidak bisa dihindarkan pembahasan yang ada nanti akan memakan banyak lembaran kertas, dan luasnya objek penelitian.

Mekanisme Pembeda Sistem Ekonomi dan Fiskal

Menurut Grossman, dalam mengkomparasikan dua atau lebih sistem ekonomi selain diperlukan parameter nilai, pada umumnya ada dua cara untuk membedakan suatu sistem perekonomian dengan yang lainnya, yaitu[5];

  • Menurut mekanisme

Sistem perekonomian pada dasarnya merupakan mekanisme koordinasi. Untuk itu cara ini dilakukan dengan melihat bagaimana sistem itu mengatur mekanisme interaksi antara pelaku-pelaku ekonomi.

  • Menurut hak milik

Sebagaimana namanya, menurut cara ini sistem ekonomi dilihat tentang bagaimana ia mengatur dan mengakui kepemilikian kekayaan produktif yang berlaku.

Selain dua cara untuk membedakan jenis sistem perekonomian yang akan dikaji, Grossman juga mempertanyakan motivasi pribadi setiap pelaku ekonomi dalam melakukan aktivitasnya. Hal ini cukup rasional mengingat ekonomi sebagai suatu sistem, akan ada ketika ia dijalankan. Pertanyaannya, mengapa mereka melaksanakan tindakan interaksi itu? Apa yang mendorong mereka melakukan hal tersebut[6]?

Menjawab pertanyaan ini, Grossman selanjutnya mengemukakan tiga alasan yang menurutnya ikut dapat dijadikan ciri khas sistem ekonomi yang ada yaitu; insentif material, pengendalian paksa, dan pengendalian normatif[7]. Insentif material sangat cocok dilekatkan dengan sistem ekonomi kapitalis (moderen), dan pengendalian paksa sangat identik dengan sistem ekonomi sosialis. Terakhir, dengan pengendalian normatif umumnya ia dilekatkan dengan sistem ekonomi islam. Meskipun hanya sebagai contoh hipotesa, nampaknya motivasi ekonomi juga dapat digunakan sebagai cara untuk membedakan kajian fiskal islam dan moderen.







[1] Meskipun tidak ingin menggugah rasa romantisme sejarah,  saat itu negara Islam yang dibangun Rasulullah tidak mewarisi harta sebagaimana layaknya dalam pendirinan suatu negara, maka kebijakan fiskal sangat memegang peranan penting dalam membangun negara Islam tersebut.




[2] Mustafa E. Nasution , Beberapa Pemikiran tentang Keuangan Publik Islam (Artikel) pada www.tazkiaonline.com, 31 Mei 2004




[3] Gregory Grossman, Sistem-Sistem Ekonomi, Bumi Aksara, Jakarta, 1995, h.19.




[4] Winardi, Ilmu Ekonomi; dan Aspek-Aspek Metodologinya, Rieka Cipta, Jakarta, 1990, h.195




[5] Ibid, 28




[6] Ibid, h. 30-34




[7] Ibid, h. 34


Komentar di sini saudara ku

Click to comment