Type something and hit enter

Pages

On
advertise here
ABSTRAK

Sangat tidak beralasan mengatakan bahwa, fiskal moderen yang berkembang sejak tahun 30-an tidak menghasilkan hasil apa-apa. Tidak bisa dipungkiri, integrasi pasar pemerintah dan pasar swasta dalam perekonomian moderen telah membuktikan klaim efisiensi pasar yang dilihat dari kemakmuran material tidak pernah bisa dilakukan oleh perekonomian sosialis, sebagai pengkritik sejati kapitaisme. Akan tetapi fiskal ekonomi moderen bisa dijadikan lebih baik dengan dimasukkannya etika, baik itu dalam tinjauan sistem maupun teorinya.

Pemasukkan preferensi nilai tersebut, paling tidak dapat dijadikan upaya preventif untuk mencegah terjadinya krisis-krisis moral yang menjangkiti pelbagai institusi ekonomi pemerintah yang kemudian dapat mengurangi secara signifikan hasil-hasil fiskal ekonomi moderen dalam merekayasa perekonomian.

Bagaimanapun juga, luas dan banyaknya literatur fiskal moderen khususnya pada kajian teoritis rupanya tidak satupun yang membicarakan masaalah etika, terkecuali pada teori distribusi moderen, dan itupun hanya sebatas teori distribusi yang adil dianggap sebagai masalah kebijakan.

Di sisi yang lain juga tidak benar mengatakan bahwa konsep ekonomi, khususnya kajian aplikatif fiskal islam yang telah ada sejak pemerintahan Islam Madinnah merupakan konsep ‘siap pakai’ yang tinggal dijadikan alternatif pengganti sistem fiskal moderen yang dituduh banyak meninggalkan lubang-lubang moral.

Penerimaan, begitu saja dari konsep klasik fiskal islam tanpa mereformulasikan dalam konteks kontemporer, hanya akan memutar waktu kezaman primitif, dan hal ini merupakan pelanggaran terhadap sunatullah atas perkembangan zaman. Untuk itu upaya untuk hanya menerima zakat sebagai tulang punggung fiskal islam, dan menolak pajak, hanya akan berakibat pada konsep fiskal islam yang utopis seperti perekonomian sosialis.

Hal yang pelu dilakukan untuk masing-masing sistem fiskal adalah berupaya untuk ‘berguru’ pada satu sama lain, dimana fiskal moderen menerima gagasan-gagasan etika—terlepas ia mau atau tidak mengadobsi etika islam—dan fiskal islam mulai mempelajari gagasan-gagasan teoritis maupun aplikatif dalam fiskal moderen yang harus diakui lebih maju.

Selanjutnya penilaian mana yang paling baik diantara sistem maupun teori fiskal islam dan moderen, sangat tergantung dari sudut pandang yang dipakai. Dalam kajian yang berupa perbandingan ini, penilaian itu tidak dilakukan, mengingat komparasi demikian memerlukan penelitian yang lebih lanjut.

Komentar di sini saudara ku

Click to comment